Menu Close

Sejarah Singkat

ARTI NAMA DESA

1.      Lambur  “ Lahan Subur”“ Lahan ” Tanah Pertanian“ Subur  ” Tumbuh Dengan Baik

2.      Lambur  “ Salam Bubur”“ Salam “  Bumbu Penyedap Masakan“ Bubur “ Jenis Masakan

SEJARAH NAMA DESA

Pada zaman Belanda lahan pertanian desa Lambur masih luas,dan tanahnya pun sangat subur sehingga oleh Belanda banyak ditanami tanaman Tembakau dan Tebu. Sampai saat ini tebu menjadi salah satu komoditi paling banyak dari desa Lambur.Saat itu desa Lambur belum memiliki kepala desa, sehingga Belanda mengadakan pemilihan kepala desa.

Kemudian  warga desa Lambur menunjuk Mbah Reja Krama. Akhirnya Mbah Reja Krama pun memberikan syarat kepada warga bahwa beliau mau menjadi kepala desa asalkan  keturunan dan cucu-cucunya harus menjadi kepala desa berikutnya setelah beliau tidak menjabat lagi. Akhirnya Belanda pun mengangkat Mbah Reja Krama menjadi kepala desa Lambur yang pertama.Mbah Reja Krama pun mengadakan acara syukuran karena telah diangkat sebagai kepala desa. Jamuan makanan yang dihidangkan pada acara ini adalah “Bubur”  yang dicampuri daun ”Salam “. Dan pada akhirnya Bubur ini pun menjadi makanan khas warga apabila ada acara syukuran.Setelah menjabat kepala desa Mbah Reja Krama pun menyadari bahwa di desa Lambur lahan pertaniannya sangatlah subur. Sehingga beliau pun memberi nama desa ini ” LAMBUR ” Lahan yang Subur .

SITUS BERSEJARAH

1.      Arca Sikeri & Plangon

Arti nama   :  “Arca “          : Batu Prasasti                     “Sikeri”         : Tertinggal
Sejarah       :Pada saat itu di desa Lambur sedang terjadi perang diponegoro, banyak prajurit yang datang di desa lambur untuk melawan belanda.Ada satu prajurit yang sedang kencing di sungai.Kemudian salah satu temannya berkata “ jangan lama-lama nanti kamu bisa tertinggal ”.Prajurit itu pun tidak menyadari kalau sungai itu ternyata keramat dan akhirnya prajurit itu dikutuk menjadi sebuah batu prasasti yang kemudian tertinggal.Maka warga pun memberi nama “ Arca Sikeri “ Arca yang Tertinggal.Kemudian ada arca yang diberinama plangon,konon ada prajurit yang sedang bertapa namun ditinggal oleh temannya.

2.      Gintung Agung Arti nama   :  “Gintung “      : Nama Kayu/Pohon                     “Agung”        : Besar
Sejarah       :Dahulu di wilayah dusun 2 desa Lambur terdapat pohon Gintung yang besar, setelah sekian lama akhirnya pohon itu pun tumbang. Kemudian oleh warga wilayah dusun 2 desa Lambur memberi nama dusun ini “ Gintung Agung “ Kayu yang Besar.

3.      Sungai KaduArti nama   :  “Kali “           : Sungai                     “Kadu”          : BanjirSejarah       :Kali kadu adalah sungai yang dibuat oleh pemerintahan belanda.Pada saat musim kemarau sungai ini mengalami kekeringan sehingga oleh pemerintahan belanda dibendung agar jika musim hujan sungai ini bisa terisi air untuk dialirkan ke lahan pertanian belanda.

4.      Curug Situma

Arti nama   :  “Tuma  “        : Kutu

Sejarah :Konon dahulu ada warga desa lambur yang bernama Rohimi,beliau sedang bertapa selama 40 hari di sebuah curug di Lambur. Setelah hari ke 39 tiba-tiba ada yang memberikan sebuah makanan di dalam tempat. Dan setelah dibuka ternyata isi di dalamnya adalah sebuah “ tuma “ atau “ kutu “. Kemudian oleh warga tempa itu di namakan curug “ Situma “ .

5.     Makam Mbah Suyud

Sejarah :Pada jaman dahulu ada seorang pengembara yang berasal dari kerajaan Onje yang menentang Belanda. Pengembara tersebut kemudian meninggal dan dimakamkan di desa Lambur.

6.      Dukuh Rembyang

Sejarah :            Konon dahulu ada seorang perempuan yang yang selalu berbuat baik dan suka menolong. Perempuan itu mempunyai rambut yang panjang nya sampai ke mata kaki.Setelah perempuan itu meninggal, untuk menghargai jasanya akhirnya tempat itu dinamakan dukuh Rembyang.            Dukuh rembyang dahulu merupakan tempat pengungsian dari belanda, karena tempat itu gelap sehingga tidak terdeteksi oleh belanda.

7.       Makam Rendra Kusuma Dan istrinya Anggraeni

Sejarah :Dahulu ada seorang adipati dari mrebet bernama Rendra Kusuma. Beliau selalu taat kepada kerajaan mataram.Pada suatu ketika adipati beserta istrinya sedang diserang oleh belanda kemudian beliau meninggal.

8.      Makam Mbah Jatinegara

Sejarah :Dahulu ada seorang musfir yang bersal dari daerah pemalang yang bernama mbah Jatinegara. Beliau menentang belanda kemudian meninggal dah akhirnya dimakamkan di Lambur. Makam Mbah Jatinegara ini bersebelahan dengan Makam Adipati Rendra Kusuma. Mbah Pada dari bojong adalah yang merawat makam ini.

                                    Sumber : Bapak  Djasmin Reksa Sudarmo